FESTIVAL KRAKATAU

E-mail Cetak PDF


Festival yang telah digelar sejak tahun 1991 setiap bulan Agustus ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Lampung. Awalnya, festival tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat Lampung untuk mempertegas posisi Lampung sebagai daerah yang secara langsung memiliki Gunung Krakatau. Sebab dahulu status Krakatau sempat tak jelas. Kalau dilihat dari peta kehutanan, Krakatau masuk ke daerah Jawa Barat, tetapi kalau ditilik dari wilayah administratif, Krakatau masuk dalam bagian Lampung karena lokasi gunung tersebut tepat berada di Kalianda.

Selain itu, penyelenggaraan Festival Krakatau ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Krakatau adalah objek wisata yang bisa diandalkan untuk menarik wisatawan selain Taman Nasional Way Kambas. Ada banyak rangkaian kegiatan yang masuk dalam festival ini. Mulai dari kegiatan pariwisata, pergelaran budaya, olah raga, pameran, tour ke kepulauan Gunung Krakatau dan masih banyak lagi. Festival ini digelar guna memperingati dahsyatnya letusan Gunung Krakatau, selain itu juga untuk pengenalan tempat pariwisata di Lampung yang bertujuan menarik wisatawan.

Event yang disuguhkan memang sangat mengagumkan, terutama suguhan atraksi gajah yang bisa berjoged dengan iringan musik. Perwakilan dari masing-masing kabupaten dan kota menyuguhkan kesenian budaya daerah, antara lain tari-tarian dan pawai tuping. Pada dasarnya semua kegiatan menarik dan berpotensi cukup besar untuk menarik minat wisatawan. Ada satu hal yang jarang yang ditawarkan oleh penyelenggara yaitu Atraksi Paramotor. Paramotor Tour kali ini menempuh perjalanan dari Anyer Banten – Bakauheni – Kalianda – Way Kambas – Bandar Lampung – Kepulauan Krakatau. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri. Festival Krakatau memiliki nilai lebih karena wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam saja, tetapi juga menyelami nilai historis Krakatau khususnya mengenai proses evolusi gunung tersebut.

Satu kegiatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja adalah Tour Krakatau pada 26 Juli 2009, dengan pelayaran menggunakan kapal cepat maupun kapal ferry ke gugusan Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan, serta hiking di sekitar kaki gunung berapi Anak Krakatau yang induknya meletus dahsyat pada tanggal 26 Agustus 1883.

Festival yang tahun ini memasuki kali ke 19-nya ini juga merupakan sebuah momentum penting dalam rangka Tahun Kunjungan Wisata Lampung 2009 : Visit Lampung Year 2009. Ajang tersebut diharapkan mampu menjadi penanda kebangkitan daerah dan sekaligus pengukuhan daerah dengan kekayaan wisata yang tak kalah beragam. Semoga tahun ini berjalan lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya dan gaungnya lebih terdengar sehingga tidak saja berpotensi menyerap kunjungan wisatawan domestik namun juga wisatawan mancanegara.

Trackback(0)
Komentar Masuk (0)Add Comment

Tulis Komentar

busy
Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 05 April 2009 14:12 )