Lampung Timur

LAMPUNG TIMUR

E-mail Cetak PDF

LAMPUNG TIMUR

TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS

Pusat Konservasi Gajah Way Kambas. Merupakan suaka alam dataran rendah dengan luas lebih kurang 126.000 hektar,  dapat dicapai 2 jam berkendaraan dari kota Bandar Lampung melintasi daerah perkebunan Bergen dan Situs Purbakala Pugung Raharjo, perkebunan lada, perkampungan asli Lampung Desa Wana serta persinggahan Way Curup atau bisa juga melewati Kota Metro yang sebelumnya kita dapat singgah di  Kawasan Agro Wisata BBI Pekalongan. Pusat Latihan Gajah terletak di Desa Karangsari atau 9 km dari Plang Ijo, yaitu Pintu Gerbang Taman Nasional Way Kambas dengan jalan aspal yang juga merupakan batas wilayah Taman Nasional dengan perladangan Penduduk desa. Arena pertunjukan gajah menampilkan pertunjukan menarik seperti gajah berjoget, berdiri di tonggak, melangkahi orang, bermain bola dll. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya safari gajah, foto hunting, naik kereta gajah. Fasilitas yang tersedia yaitu : musholla, parkir,  pesanggrahan, arena atraksi, kios makanan dan cinderamata serta fasiitas umum lainnya.

 

Resort Way Kanan. Termasuk dalam wilayah Taman Nasional Way Kambas dengan lokasi 13 km dari Pintu Gerbang (Plang Ijo). Di sepanjang jalan itu pengunjung yang beruntung akan dapat melihat satwa liar yang berkeliaran atau melintas di jalan. Way Kanan adalah surga bagi pencinta alam dikarenakan flora dan faunanya.

 

Suaka Rhino Sumatera. Masih dalam kawasan Resort Way Kanan terdapat SRS (Sumateran Rhino Sanctuary). Lokasi ini merupakan Proyek Penelitian Pembangunan Populasi Badak Sumatera di habitat aslinya serta penelitian Populasi Harimau Sumatera. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah Tracking di hutan Rimba  atau berperahu motor kehulu atau hilir sungai untuk mengamati Flora dan Fauna dengan dipandu petugas.

 

TAMAN PURBAKALA PUGUNG RAHARJO

Situs Pugung Raharjo ditemukan oleh penduduk secara tidak sengaja pada tahun 1957. Luas area tersebut sekitar 30 hektar. Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan peninggalan jaman megalitik (batu besar), berupa benda-benda peninggalan Hindu-Budha (klasik tengah) seperti Arca Batu, Prasasti, Batu Berlubang, Menhir, Punden Berundak, Keramik lokal maupun Asing (Dinasti Han, Yuan, Sung dan Ming), sebuah Arca type Polynesia tersimpan pada site museum yang di bangun disekitar komplek situs. Sebuah benteng parit Primitif sepanjang 1,2 km mengelilingi situs Purbakala ini diduga dahulunya berisi air yang berasal dari sumber air disisi timur situs, yang konon  menurut cerita air tersebut bila di pakai mandi dapat membuat awet muda. Obyek Wisata ini terletak di Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur dengan jarak tempuh sekitar 40 km dari Kota Bandar Lampung.

 

AGRO WISATA

Balai Benih Induk Holtikultura (BBIH). Terdapat di Pekalongan. BBIH diresmikan Menteri Pertanian sebagai kawasan agrowisata pada 2 Januari 2006. Lokasi BBIH berjarak 60 km dari Bandar Lampung, 7 km dari Kota Metro.

Disana dapat dijumpai tanaman obat dan buah, misalnya: durian, mangga, rambutan, sawo, lengkeng, duku, jambu air, cempedak, dan lain-lain. Total area 114 Ha, baru 64 Ha termanfaatkan. Komposisi, 50 % untuk lahan penangkaran dan 50 % untuk lahan produksi.

 

Nusantara Tropical Fruit.  Perkebunan Pisang PT. NTF memiliki areal ± 3700 Ha, terletak di kecamatan Labuhan Ratu. Pisang yang dihasilkan adalah jenis Cavendis yang banyak kita jumpai hampir di seluruh Supermarket atau Pasar Swalayan. Selain sebagai objek wisata agro, perkebunan ini dapat dijadikan Study Tour pelajar pada masa liburan, karena di perkebunan ini sedang dikembangkan juga jenis-jenis buah-buahan lainnya seperti jambu batu, jambu air, salak pondoh lumut, durian montong dan lain-lain dengan varietas unggulan. Di tengah areal perkebunan ini terdapat juga kebun durian jenis unggulan. Wisatawan dapat membeli buah-buahan segar yang langsung dapat dipetik di tempat juga dapat membeli kripik pisang dan selai pisang dengan harga relatif murah.

 

DESA WANA

Desa Wana merupakan salah satu dari tujuh Desa inti kediaman dari masyarakat Lampung Melinting. Arsitektur tradisional berupa rumah panggung khas masyarakat Lampung Melinting masih cukup banyak terlihat di desa ini. Tarian yang cukup populer sejak lama yang berasal dari daerah ini yaitu Tari Melinting yang biasanya di pertunjukan saat menerima kunjungan tamu atau Wisatawan. Suasana dan nuansa kehidupan khas masih sangat terasa, berikut acara-acara tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat setempat, seperti upacara perkawinan, pertemuan adat  dan lain-lain. Desa Wana terletak 7 km dari jalur Bandar Lampung – Way Kambas masuk dari simpang Desa Sribhawono, kurang lebih 67 km dari kota Bandar Lampung.

Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 29 Oktober 2009 16:46 )
 

Way Kambas

E-mail Cetak PDF
Taman Nasional Way Kambas merupakan Kawasan konservasi yang melatih gajah - gajah liar diantaranya menjadi gajah tunggangan, gajah pekerja juga gajah latih (gajah atraksi). Setiap gajah mempunyai pawang masing - masing  untuk memudahkan dalami nteraksi antara pawang & gajah asuhnya. Dalam sebuah atraksi gajah peran seorang pawang sangat penting untuk memberikan perintah terhadap gajah untuk melakukan atraksi yang diinginkan. Atraksi yang ditampilkan seperti : Gajah duduk, joget, mengalungkan bunga, melangkahi orang, dll, atraksi tersebut dilakukan di teather indoor. Wisata alam juga sangat menarik dilakukan di kawasan ini, dengan hutan yang masih alami, pengunjung dapat melakukan safari night juga penelitian ilmiah.
Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 05 April 2009 15:21 )
 

Survey Lokasi Way Kanan

E-mail Cetak PDF

Menelusuri eko wisata yang masih perawan alias belum tergali potensi wisata. Enter The Gate Plang Ijo Taman Nasional Way Kambas menuju Way Kanan mulai dari Suaka Rhino Sumatra menelusuri Sungai Kali Biru hingga ke Kuala Kambas, merambah hutan Way Kambas yang dikelilingi hewan-hewan liar khas sumatra khususnya Lampung. Sebelum melakukan petualangan persiapkan diri mulai dari fisik hingga perbekalan, karena ini yang pertama kali harus diikuti oleh orang yang mengerti tentang lokasi. "Enjoy The Trip".

Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 05 April 2009 15:23 )